Ads Top

Peta Baru Coba Sesatkan Sejarah dan Fakta Lapangan Desa Surokonto Wetan

Tanah untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk pemodal

DAULATANI - Peta terbaru Desa Surokonto Wetan tahun 2016 yang dibuat oleh Turman Riswanto menunjukan banyak sekali kekeliruan dan tidak sesuai dengan sejarahnya. Hal ini menjadi pembahasan warga Surokonto Wetan saat berdiskusi tentang sejarah tanah mereka.

Sepertinya peta itu hanya mau mengarahkan bahwa lokasi tanah sengketa luas lebih kurang 70 Hektar statusnya masih merupakan Perkebunan. Faktanya tanah itu bukanlah perkebunan karena merupakan desa pemukiman penduduk. 


Dari fakta dilapangan, lahan yang dinilai sebagai perkebunan itu tidak menunjukkan sedikitpun sebagai lahan perkebunan. Disebelah Selatan ada Dukuh Krajan dan Dukuh Sekecer, disebelah Timur berbatasan dengan lereng jurang hutan Perhutani, disebelah Utara berbatasan dengan Dukuh Sempulawang dan Gogo atau lahan warga dukuh dan disebelah Barat berbatasan dengan Dukuh Truko, Desa Surokonto Kulon.


Catatan tambahan, diareal ini juga ada Makam Sesepuh Desa yang juga sebagai Pemakaman Umum yang terletak di tengah-tengah lahan yang mau dirampas ini (lihat peta dengan kode no. 7/di lingkari merah) yang menunjukkan bahwa rakyat di desa ini sudah lama bercocok tanam di tanah ini bahkan sejak dari nenek moyang sebelum masa penjajahan kolonial Belanda.

No comments: